Sumber Daya Komputasi dan Komunikasi

Rani Novita Sari (43116110247)
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Universitas Mercu Buana

Forum ke 5
Fase Analisis Sistem

Dalam menganalisis sistem ada beberapa fase analisis sistem, yaitu:
1. Untuk menganalisis system dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.

2. Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.

3. Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.

4. Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru.

5. Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.

6. Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.

7. Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.


Pengembangan sistem metode alternatif dapat berupa pengembangan sistem metode, yaitu :

1. Paket (package)

Ketersediaan paket harus diperiksa, apakah paket harus dibeli atau mengembangkan STI sendiri.

Kelebihan paket (package), yaitu :

Kualitas paket yang baik;

Dapat digunakan seketika;

Harga paket relative murah;

Dapat digunakan untuk rekayasa ulang proses bisnis

Kompatibel dengan sesama pengguna paket.

Kelemahan paket (package), yaitu :

Tidak sesuai untuk aplikasi yang unik;

Perbaikan, modifikasi dan pengembangan paket sulit dikerjakan sendiri;

Basis data tidak terintegrasi dengan aplikasi lainnya;

Ketergantungan dari pemasok;

Tidak memberikan keuntungan kompetisi.

2. Metodeprototip (prototyping)

Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis.

Kelebihan prototyping, yaitu :

Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.

Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.

Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.

Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.

Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Kelemahan prototyping, yaitu :

Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan pemeliharaan dalam jangka waktu yang lama.

Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.

Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik perancangan yang baik.

3. Metode pengembangan oleh pemakai (end user computing atau end user devolopment)

Jika dampaknya sempit, yaitu hanya pada individu pemakai sistem yang sekaligus pengembang sistem itu saja, maka EUC (end user computing) dapat dilakukan. Sebaliknya jika dampaknya luas sampai ke organisasi, pengembangan sistem EUC akan berbahaya, karena jika terjadi kesalahan, dampaknya akan berpengaruh pada pemakai sistem lainnya atau pada organisasi secara luas.

Kelebihan pengembangan oleh pemakai, yaitu :

Menghindari masalah kemacetan di departmen sistem informasi jika harus dikembangkan di departmen tsb.

Kebutuhan pemakai sistem dapat lebih terpenuhi.

Meningkatkan keterlibatan pemakai didalam pengembangan sistem.

Kelemahan pengembangan oleh pemakai, yaitu :

Tidak semua pemakai sistem mempunyai pemahaman tentang teknologi system informasi.

Memiliki risiko mengganggu bahkan merusak sistem informasi lain.

Kelemahan teknis.

4. Metode outsercing.

Outsourcing adalah metode penggunaan sumber daya manusia yang berasal dari pihak eksternal (pihak ketiga) untuk menangani atau membangun sistem perusahaan dengan cara membeli aplikasi dengan vendor.

Perbedaan metode konvensional dengan metode alternatif. Dengan metode pengembangan secara konvensional, yaitu metode siklus hidup pengembangan sistem, yang dikembangkan oleh analisis sistem. Alasan menggunakan metode ini digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi yang kompleks. Selanjutnya pengembangan sistem teknologi informasi alternatif model paket dilakukan dengan membeli paket perangkat lunak yang ada. Paket sekarang banyak tersedia di pasaran karena banyak aplikasi bisnis yang bersifat umum seperti tersedia di pasaran karena banyak aplikasi bisnis yang bersifat umum seperti misalnya aplikasi akuntansi, Keuangan dan aplikasi-aplikasi lainnya. Jika paket tersedia perusahaan tidak perlu merancang dan menulis program sendiri aplikasinya. Di dalam memilih paket, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu : 1) Spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, 2) Ketersediaan paket, 3) Mengevaluasi kemampuan paket.

Apabila paket tidak tersedia, prioritas kedua biasanya jatuh pada outsourcing. Berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah metode prototyping. Metode prototyping banyak digunakan untuk mengembangkan sistem teknologi informasi yang harus segera dioperasikan.





Quiz

Pemberdayaan Data Secara Elektronik Lebih Baik Daripada Manual

Basis Data Manual

Basis data secara tradisional tersimpan dalam berbagai media seperti kertas kerja, dokumen, foto dan lain-lain. Bentuk penyimpanan ini merupakan bentuk dokumen fisik yang mungkin tersimpan dalam berbagai tempat, Bentuk penyimpanan seperti ini memiliki kelemahan dalam hal pengelolaan data. Kelemahan tersebut dapat dilihat sebagai berikut. Data terpecah- pecah sehingga sulit dalam berbagai proses

pemindahan dan transfer Memiliki media dan struktur penyimpanan yang bervariasi. Hal ini menyulitkan dalam proses penyesuaian data. Pencarian yang lambat akibat bentuk penyimpanan secara fisik, yang

mengharuskan seseorang membuka berbagai lembar atau dokumen yang banyak. Bentuk fisik dalam basis data tradisional cenderung bersifat sektoral yang hanya ditujukan untuk keperluan- keperluan tertentu. Penggunaan data secara bersama-sama untuk berbagai tujuan menjadi sangat sulit.


Basis Data Modern (Elektronik)

Basis data modern menyimpan berbagai data dalam bentuk digital. Model ini memungkinkan pencarian, perubahan, dan penghapusan data dengan cepat dan mudah. Bentuk basis data modern ini terkemas dalam sebuah system pengelolaan basis data yang terpadu (DBMS/Data Bases Management System). Beberapa hal berikut merupakan hal yang menguntungkan dalam terapan basisdata modern.

1. Data tersimpan dalam satu media.

2. Data yang berasal dari berbagai sumber terpisah memungkinkan untuk dihubungkan dalam suatu jaringan.

3. Data memungkinkan untuk sering dilakukan pemeriksaan sehingga lebih menjamin kebenaran dan kelengkapannya.

4. Memungkinkan dilakukan pencarian dan pengolahan dengan cepat.

5. Dalam bentuk ini data memungkinkan digunakan oleh berbagai pengguna atau sistem.



Perbedaan Software IT (Outsourcing) dan Software Jadi Di Pasaran

Dalam perusahaan dalam menjalankan aktifitasnya tidak lepas dari adanya sebuah Software atau aplikasinya. Software ini digunakan untuk mempermudah dam membantu


kegiatan yang berjalan dalam perusahaan sehingga akan menghasilkan hasil yang maksimal. Selain itu software berfungsi untuk kegiatan operasionalyang ada dalam perusahaan. Software yang dibutuhkan oleh perusahaan tidak bersifat gratis sehingga ada dua macam cara untuk mendapatkan software yaitu dengan cara membeli Software IT (outsourcing) dan membeli Software dipasaran..

Cara ini mempunyai berbagai kelebihan maupun kekurangan sendiri- sendiri sehingga sebagian perusahaan kita harus pandai-pandai dalam memilih software, apakah kita akan membeli seacara outsourcing atau membeli dipasaran.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari membeli software.

Kelebihan membeli software IT (outsourcing) :

1. Kita mempunyai kuasa penuh akan software yang kita beli.

2. Kita bisa memodifikasi sesuai kebutuhan kita.

3. Perusahaan terdaftar dalam list pengguna software.

Kekurangan membeli Software IT (outsourcing) :

1. Perusahaan harus mengeluarkan budget yang besar untuk membelinya.

2. Perusahaan harus mengeluarkan biaya maintenance sendiri.

3. Jika ada error maka user sendiri yang harus memperbaikainya.

Cara yang kedua untuk mendapatkan Software adalah dengan cara membeli dipasaran.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dalam membeli software dipasaran.

Kelebihan membeli Software dipasaran :

1. Harga lebih murah dibandingkan membeli software langsung.

2. Perusahaan bebas biaya maintenance karena yang melakukan maintenance langsung dari pihak yang menyewakan.

3. Jika ada Error User tinggal lapor kepada pihak yang menyewakan untuk menangani errornya.


Kekurangan membeli software dipasaran :

1. Perusahaan tidak mempunyai lisensi adan software yang mereka gunakan.

2. User tdak bisa langsung melakukan perubahan karena software dimanage oleh pihak yang member sewa.

3. User tidak mempunyai kuasa penuh akan software yang sewa.


Daftar Pustaka

1. -Hapzi Ali, SIM-Bab-4, Sistem Komputer SIM
2. https://www.slideshare.net/Noviarosiana3/sumber-daya-komputasi-dan-komunikasi-74549828

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing, Perusahaan dan lingkungannya, tantangan sistem informasi global.

Implementasi Sistem Informasi SDM OrangeHRM di Perusahaan PT. ABC